Selasa, 30 Juni 2015

SKENARIO TANPA JEDA


Aku tak merindukan cinta,aku hanya merindukan mencinta,jiwa dan rasa ini seperti terbang tinggi lalu kemudian leyap menghilang di atas gugusan-gugusan awan yang tebal,mungkin kerena hujan yang begitu deras sampai- sampai keindahan dunia pun seakan lupus tertutupi.bagai burung,kini aku hanya tidak tau bagaimana cara untuk terbang menghadapi angin yang sangat kencang dengan sayap yang patah.
jika harapan menjadi sebuah kado istimewa yang aku terima,mungkin aku hanya berharap agar setiap tetes butiran air mata menjadi permata yang indah atas sebuah kesabaran.
Sendiri disini tanpa tangan dan pundak,membuat ku sadar bahwa aku adalah manusia biasa yang begitu sangat membutuhkan uluran tangan orang lain untuk membantuku berdiri setelah terjatuh,dan bebagi pundak untuk memikul beban hidup yang tengah dihadapi.
Bait dan syair kehidupan ini seakan memukul dan menjadi bumerang yang tak kenal tuan menghantam tepat dititik terlemah raga ku,sekali lagi aku bernyayi dengan nada yang sedikit gusar,bukan kerena kesal dengan titah yang tertuah tapi hanya mencoba menantang arang yang terlanjur terbakar.ternyata api menyala samikin kencang dan besar membakar rongga dan celah setiap kelengahan tanpa ampun.
Dilema besar ini bukan salah hati,ini karena diri yang terhayut oleh tingginya nada kesombongan yang kemudian merendahkan semua tahta,sampai pada titik terendah ini aku mulai bingung harus seperti apa sisa kehidupan di teruskan,hingga bayang sendu itu muncul kembali dalam lamunan kosong,seperti merengkai puing yang hancur lembur,jiwa itu melambaikan senyum dan geraknya yang lincah di atas guratan luka,lama samikin jelas tanpa singkat lumpuhkan getir minang menjadi manis cery.
Dia bukan masa lalu,dia hanya di simpan saat aku dihukum oleh dunia,kemudian datang dan mebebaskan,ini lah takdir yang tertulis jelas dalam skenario tanpa jeda

Hold



Anggap saja aku Buta karena aku tak melihat
Anggap saja aku Tuli karena aku tak mendengar
Aku menutup setiap berita buruk itu menghampiri. Aku menutup segala prasangka buruk yang hadir dan berusaha menangkalnya sendiri. Ia aku tidak ingin memupuk keburukan yang membuat kesedihan muncul. Ia aku hanya menutup semua yang tidak perlu aku tahu. Disanalah mungkin aku harus banyak mengkaji diri kala aku mengetahui. Sudah PANTASKAH? Lantas ketika itu terjadi SALAH SIAPA? Ini semua bermuara mulai dari diri kita. Karena tidak mungkin ia merasa nyaman dengan yang lainnya ketika kita saja masih memberinya nyaman. Tidak mungkin ia masih mencari kupu-kupu kalaulah ia tahu di depannya sudah ada yang indah ya, itulah alasan mengapa aku harus merendah dan belajar memahami serta menerima sudah sejauh apa aku seberapa pantas aku. Karena aku tahu yang aku cari kali ini bukan pasangan biasa. Tetapi pasangan hidup oleh karena itulah aku tidak ingin jatuh karena aku tahu jatuh itu amat menyakitkan dan aku memutuskan untuk MEMBANGUN ya its HOLD our BELIVE membangun cinta, menunggunya dan menjemputnya. Perlahan saja karena kita tidak tahu jodoh itu bisa datang kapan saja. Dan ketika kita sedang mengasihi bahkan menyayangi selain keluarga kita ia include YOU maka, yang selalu aku bangun adalah bagaimana membangun sebuah kepercayaan dan membangun sebuah harapan agar yang ini adalah penemuan dan pencarian yang terakhir. Bagaiamana meyakininya? Menggantungkan harapan kepada manusia memang tidak boleh, oleh karenanya cukup aku menggantungkan semua ini kepada yang menciptakannya.
Aku memang tidak bisa selalu menyapanya bahkan menuai banyak kata itu bukan aku.
Aku bilang its my way to loving him. Setiap orang memiliki cara berbeda menyayangi  bahkan mencintai. Ia begitupun aku tidak banyak orang boleh tahu tentang siapa dia bagaiamana kenapa?. Cukup aku dan Tuhan yang tahu karena hanya aku yang merasa. Menyayangi itu urusan perasaan mulut itu bisa saja berkilah namun ketika semuanya berlandaskan pada keyakinan yang letaknya pada hati dan perasaan karena banyak orang bilang perempuan itu hanya mengandalkan perasaan ia di sudut pandang yang satu ini ada benarnya tapi tidak semua aku membenarkan pandangan tersebut. Menyayangi, mengasihi itu letaknya pada perasaan logika sama sekali berperan setengahnya. Ia aku sudah bisa membuktikannya bagaimana tidak dia menduduki urutan dan posisi cukup besar dalam syaraf-syaraf otak kita yang disimpan begitu amat sangat terjaga dia yang bukan siapa-siapa dapat begitu saja sejajar dengan orang yang sejak dulu kusayangi seperti kedua orang tua dan adik. Ia hebat kan  setengah memori ini seperti dipenuhi namanya ketika kala itu kita merasa FLU (Feel in Love to You ). Seperti itulah syaraf-syaraf terhubung dengan impuls yang begitu cepat menerjemahkan setiap kode yang ada dan meneruskannya kebagian otak untuk di proses akhir kebagian syaraf motorik. Kenapa tuhan begitu hebat menciptakan ini semua logika-ku setengah tidak jalan ketika aku harus merasa bahwa dia menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupku kedepan.
Namun, itu semua salah satu bentuk perjalanan panjang yang pernah aku lalui dan akan aku lalui karena dia yang ku kenal sejak duduk di bangku SMP mula sampai sekarang sudah sangat ku kenal aku banyak tahu sudut pandang mana yang harus aku pakai kala memahaminya. Ia perjalanan ini amat panjang aku tidak ingin semuanya sia-sia maka, masih harus berjuang untuk merawatnya menjaganya dan membiarkannya tumbuh sehat subur tidak terkena hama sekalipun itu akan datang kapan saja. Ia ini seperti merawat mawar yang semua orang tahu bunga ini banyak di cari  dan digandrungi namun, tak sedikit pula orang tidak hati-hati ketika hendak menyentuhnya dan mengambilnya sesekali harus terkena duri. Namun semuanya hilang ketika bunga yang di inginkan sudah dalam genggaman dengan keharuman dan keindahan. Nah semua itu sudah jelas teranalogikan dengan  detil.
Beberapa komponen ini cukup banyak memberikan kontribusi besar dalam menjalani apa yang sedang aku jalani saat ini.
1.     Kenali
2.    Fahami
3.    Bangun Kepercayaan
4.    Jembatani dengan komunikasi
5.    Becanda sesekali ini penting
6.    Saling bertanya dan
7.    Mengevaluasi
8.    Ingatkan
9.    Arahkan
Bantu aku untuk merawatnya bantu aku untuk membangun semuanya. Karena ini tidak bisa di bangun sepihak. Semua sudah aku rangkai seindah mungkin. Namun aku tidak tahu skenario seperti apa yang Tuhan gariskan untukku dan untukmu. Aku hanya berusaha untuk menjemputmu dengan do’a karena aku bukan penyulam kata yang akan menjemputmu dengan banyak kata. Ia aku hanya wanita biasa banyak sekali kekurangan yang kumiliki karenanya aku bermunajat kepada yang kuasa siapapun kamu semoga Tuhan selalu menjagamu, menguatkan pondasi iman dan taqwamu padaNya, memudahkan jalanmu untuk menggapai semua citamu. Tidak banyak yang aku lakukan aku diam disini dan tetap berdiri disini sejauh apapun kamu akan pergi aku disini mendoakanmu. Pandang aku bukan dari perspektif biasa. Ketika kamu yakin maka kamu akan percaya. Aku masih ingat jelas bahwa apa yang kita fikirkan dengan sangat kuat tidak menutupkemungkinan itulah yang akan terjadi. You are what you think seperti itulah jelasnya. Maka, selalu tanamkan fikiran-fikiran positif karena sebagian fikiran itu akan memberikan pengaruh yang kuat terhadap otak kita untuk bekerja.
Temukan aku dalam istikharahmu
Jemput aku dengan kamu bersujud kepada-Nya
Temui aku dengan caramu
Kasihi aku sebagaimana kamu mengasihi Tuhan-Mu
Cintai aku sebagaimana kamu mencintai Tuhan-Mu
I’ll be there
Azizah
2015