Jumat, 26 September 2014

Resah

Pengalaman pertama menjadi seorang keua pelaksana dalam acara "Training Advokasi" TRAVO BEM UPI Kampus Sumedang 2014. banyak orang yang berkata wanita itu tidak pantas memimpin. Maka, embusan seperti itu pun melekat dalam otakku. Aku tak tau mngapa kepala departemen memilih aku sebagai ketua.. padahal masih banyak yang layak. Namun, apa boleh buat jika kit mundur dan tak mau mencoba sama saja seperti pecundang. Dengan bismillah kesiapan itu pun muncul dan semangat menggebu ada di tengah langkah kaki ini. banyak sekali pengalaman dan hikmah yang dapat dipetik. BEM UPI Kampus Sumedang kabinet Cipta kelana, disinilah aku mengabdi sebagai staf advokasi, disinilah aku menemukan kaka, sahabat dan keluarga yang selalu memberikan kasih dan perhatiannya. Saling care dan memberi rasa nyaman inilah kami penuh dengan kepedulian dan kebersamaan itulah kami. 2014 sebagai ujung tombak kemajuan program kerja. Jika kami tidak berani melangkah sampai kapan kita berada dalam keterpurukan. beranilah dulu dan jadi orang yang berguna itulah harapan kami. Dengan semangat kini sudah ada di hari terakhir persiapan. Semogaa, besok pidatonya lancar wiss jadi ketua harus ngasih sambutan sih agak grogi. Grand opening travo be brave we can.
#semangat ^_^

Sabtu, 23 Agustus 2014

Ajari Aku Melupakanmu



Dan disaat aku mencoba kuat untuk bertahan, tidak banyak yang aku pinta kepada kamu, dia, mereka dan dunia…. Ajari aku untuk melupakan semuanya yang telah berlalu.
Ajari aku melupakanmu melupakan setiap detik momen bersamamu. Saat kebersamaan itu ada dan pergi. Pergilah sejauh yang kamu bisa dan ajari aku melupakan atas apa kesdalahan yang pernah ada diantara kita.
Tutup rapat atas apa yang pernah terjadi diantara kita, kamu ,aku juga Tuhan yang selalu menyaksiakan setiap menit kebersamaan dalam 2 tahun yang lalu.
Aku tidak pernah menyalahkan masa lalu. Sehingga kita terperangkap di dalamnya. Aku tidak bisa menyalahkan cinta, yang hadir pada hati yang tidak tepat. Aku menganggap semua ini adalah bentuk petunjuk Tuhan, karena dengan ini Ia memberitahu kita tentang sejarah sebenarnya, bagaimana kita tercipta. Kita tidak bisa menyalahkan masa lalu, apalagi mengubahnya. Biarkan itu menjadi suatu sejarah kita yang akan menjadikan kita tegar untuk menjalani hidup selanjutnya.
Saat aku terpuruk semoga suatu hari akan ada yang sudi berbagi pundak untuk menjadikannya tempat bersandar dan membagi semua beban itu. Tuhan pasti tahu bahwasannya kita mampu. Mungkin sekarang susah untuk bisa membangkitnya lagi . Akan tetapi kita ingat tuhan tidak pernah tidur apalagi mendengkur.
Bertubi-tubi cobaan silih berganti dan kita merasa lelah bahkan tak mampu berdiri. Dan tidak dapat dimengerti. Sungguh hidup ini akan selalu memberikan pelajaran. Tuhan ingin jadi kita manusia yang tangguh.

Senin, 18 Agustus 2014

Persiapan yang serba mendadak tapi karena kasih dan sayang kami yang begitu kuat membuat kami berusaha untuk memberikan kado di hari ulah tahun ayah kami. Mamah dan aku pun mulai sibuk saat ayah berangkat ke sekolah bertugas membimbing anak-anak bangsa. Nah... kami pun mulai sibuk di dapur menyiapkan ini dan itu, walaupun sederhana yang terpenting adalah makna dari apa yang kami tujukan untuk orang yanmg kami sayangi. Ya, walaupun hanya nasi kuning yang bisa dibuat semoga rasa syukur kami atas bertambahnya usia ayah dapat tersampaikan kepada sang Pencipta Allah SWT azza wazzala.

Senin, 04 Agustus 2014

Bangun

Bangun
Makanya jangan tertidur terus wahai putri cantik :). Mulailah bangkit kembali dari lelapnya tidurmu yang membuat terpaku dan membisu. Senja yang banyak memberi secercah harapan telah menunggumu untuk kau gengam dengan penuh kepastian . Untaian cerita yang penuh drama yang telah dirajut semoga kian membalutimu dengan sejuta tawa dan kepastian. Mereka telah menunggu disana dipenghujung jembatan yang kan dilalui. Penuh tanya dan harap penuh gundah gelisah. Angkatkan kedua tangan untuk bercakap kepada-Nya. Ayo kicauan burung menyambutmu dengan hangat. . . tak banyak yang akan mereka katakan hanya meluapkan kerinduan kepada engkau yang begitu vakum sekian lama dari tidurmu yang begitu lelapnya. Semoga secercah cahaya yang engkau pancarkan akan membekas di qalbumu dan membawa sebuah kepastian. Rinai hujan tyang menyertai kian mendinginkanmu dari amarah yang menggebu. Semoga kian menjadi insan yang sebagaimana menjadi dambaan. Betapa banyak orang disekelilingmu yang menunggumu dengan kisah indahmu.

Selasa, 11 Februari 2014

ceroboh

waduuuhh..disuruh entry data siswa karena saking lelahnya yang terjadi adalah banyak data yang salah di entry dan akibatnya harus mengulangi kembaloi proses inputnya. Makanya buat temen-temen semua jangan ditiru sikap seperti ini ya.. i\walaupun dengan misi ingin cepat selesai tetep aja harus teliti dan wolles okke :)

Senin, 10 Februari 2014

Menyesal ataukah Bersyukur

sobat pernahkah kalian merasa jika kalian sesungguhnya menyesal atas keputusan yang telah kalian lakukan. Seiring berjalannya waktu... mungkin keputusan itu masih dapat kita anggap benar, dan kita bersyukur atas apa yang telah kita kerjakan hari ini. Namun seketika rasa syukur itu membalik badan justru terbersit rasa yang menimbulkan dua sisi rasa penyesalan atas keputusan dulu yang berujung pada rasa sakit yang amat membekas. Ketika bertahun-tahun dipendam, malah menimbulkan jerawat yang membatu. Ha... lelah rasanya memendam semua ini selang waktu yang lama yang tak membuat kita bertegur sapa. Mungkinkah aku dapat mengembalikan rasa sesalku dalam sebuah rasa yang tak menyesal kembalikan semua pada momen yang semula. Namun its immpossible. Aku tidak dapat menebus rasa bersalah itu dan penyesalan itu hanya dapat di ubah dengan sebuah statement baru yakni nbangkitlah, dan jangan membuat rasa sesal menyelimuti hidup kita bahkan merajai fikiran ubahlah itu semua dengan mengucap syukur,syukur mungkin ini jalan yang sudah Tuhan gariskan dalam hidp saya. Semoga penyesalan itu dapat terganti dengan sebuah kebahagiaan yang hakiki

Selasa, 04 Februari 2014

Tugas Kuliah Konsep Dasar IPS

Angket Peelitian nih tugas UTS nya... yuhuuu

LAPORAN PENELITIAN
PENILAIAN MAHASISWA UPI SUMEDANG
TERHADAP NILAI-NILAI SUMPAH PEMUDA




 








Oleh :
Nama         : Aida Azizah
No.Absen   : 28
NIM           :1303838
Prodi/Kelas          : PGSD Kelas 1 B


UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
KAMPUS SUMEDANG
2013

KATA PENGANTAR
Penulis memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga laporan penelitian matakuliah konsep dasar IPS  ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu.
Tugas ini merupakan hasil pengumpulan informasi dan data dari hasil penyebaran angket terhadap mahasiswa UPI Sumedang program studi PGSD kelas 1 A mengenai  “ Penilaian Mahasiswa UPI Terhadap Nilai Sumpah Pemuda”.
Selain membahas sejauh mana pengetahuan mahasiswa terhadap sumpah pemuda, tugas ini juga membahas mengenai sejauh mana aplikasi dan implementasi nilai-nilai sumpah pemuda dalam kehidupan sehari-harinya.
Dengan topik yang diambil penulis, penulis berharap kesadaran mahasiswa UPI sumedang dapat bangkit dan dapat mengimplementasikan nilai-nilai sumpah pemuda dalam kehidupan sehari-harinya.
Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyelesaian tugas ujian tengah semester (UTS) matakuliah konsep dasar IPS ini . Mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan penulisan baik dalam resensi kalimat bahkan isi penyusunannya. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat saya harapkan untuk penyempurnaan berbagai kekurangan. Semoga bermanfaat bagi semuanya . Amin . 
Sumedang,  November 2013


Penulis




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................
DAFTAR ISI................................................................................................
BAB I  PENDAHULUAN...........................................................................
1.1     Latar Belakang.....................................................................................
1.2     Perumusan Masalah.............................................................................
1.3     Tujuan..................................................................................................
BAB II  LANDASAN TEORI.....................................................................
2.1     Sejarah Sumpah Pemuda....................................................................
BAB III  METODE PENELITIAN............................................................
3.1     Metode Penelitian ...............................................................................
3.2     Setting Penelitian.................................................................................
3.3     Teknik Pengumpulan Data .................................................................
3.4     Teknik Pengolahan Data .....................................................................
BAB IV  PEMBAHASAN MASALAH .....................................................
4.1     Analisa Data .......................................................................................
4.2     Analisa Masalah  ................................................................................
BAB V  PENUTUP .....................................................................................
5.1     Kesimpulan  ........................................................................................
5.2     Saran ...................................................................................................
DAFTAR  PUSTAKA ................................................................................

i
ii
1
1
2
2
3
3




BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebuah fenomena sejarah yang merupakan momentum sangat penting dalam proses penguatan konsep wawasan kebangsaan Indonesia terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928. Adanya kehendak bersama untuk bersatu itu akan mengatasi alasan-alasan seperti kedaerahan, kesukuan, keturunan, keagamaan, dan sejenisnya dengan tetap menghormati perbedaan-perbedaan yang ada. Sejak peristiwa tahun 1928 itu, dunia dikejutkan oleh kemampuan dan kesanggupan bangsa Indonesia untuk bersatu padu dalam kemajuan.
   Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, merupakan momentum kebangkitan nasionalisme yang luar biasa. Sesudah pergelaran Sumpah Pemuda maka semangat kenasionalan ini muncul dalam jiwa pemuda-pemuda bangsa sehingga tercipta kemerdekaan setelah berates-ratus tahun negara ini dibawah kekuasaan asing. Peran serta kontribusi dari Sumpah pemuda terhadap bangsa Indonesia merupakan topik yang menarik untuk dikaji lebih ,mendalam.
Namun, pada masa masa ini, pengaruh ego tiap pemuda-pemuda sudah mulai mencuat di permukaan, ditambah dengan pengaruh kebudayaan asing yang masuk ke negeri ini yang mulai mengikis demi sedikit persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia .
Dan seiring itu pula, kontribusi pemuda yang baik dan benar terhadap perkembangan dan kemajuan Bangsa Indonesia kini mulai tersamarkan dengan pencampuran pengaruh globalisasi yang tak terbendung, hal ini sudah cukup pelik, dikarenakan sudah lunturnya kesadaran anak bangsa terhadap bangsanya sendiri.
Menilik dari perkembangan pemuda-pemuda di era modern ini, nilai-nilai sumpah pemuda sudah tak di indahkan lagi. Nilai sumpah pemuda sudah tidak ada dalam jiwa para pemuda. Semangat kenasionalismean cenderung menurun, dan mengapa hal tersebut terjadi ? Apakah kondisi ini dapat dijadikan sebagai petunjuk bahwa Pemuda Bangsa Indonesia saat ini mulai kehilangan jati dirinya? Apakah mereka dapat berkontribusi dalam memajukan bangsanya?
Maka dari itu, penulis berharap hal ini akan menjadi pengetahuan bagi khalayak umum agar dapat menilai fenomena penilaian mahasiswa terhadap penerapan nilai-nilai sumpah pemuda.
Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengobservasi dan meniliti tentang  “ Penilaian Mahasiswa Upi Sumedang Terhadap Nilai-Nilai Sumpah Pemuda “.
1.2 Rumusan Masalah
  1. Bagaimana pengetahuan mahasiswa UPI Sumedang terhadap Sumpah Pemuda ?
  2. Bagaimana pengetahuan mahasiswa UPI Sumedang terhadap Nilai-nilai yang terkandung dalam ikrar Sumpah Pemuda ?
  3. Apakah mahasiswa UPI Sumedang sudah berkontribusi bagi Bangsa dan Negara dengan menerapkan nilai-nilai sumpah pemuda ?
1.3 Tujuan
  1. Mengetahui sejauhmana pengetahuan mahasiswa UPI Sumedang terhadap Sumpah Pemuda.
  2. Mengetahui sejauhmana pengetahuan mahasiswa UPI Sumedang terhadap kandungan nilai-nilai dalam Ikrar Sumpah Pemuda.
  3. Mengetahui dan meninjau sejauhmana kontribusi yang dilakukan mahasiswa UPI untuk kemajuan Bangsa dan Negara dengan menerapkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupannya.








BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Sejarah Lahir dan Berkembangnya Sumpah Pemuda
Sejak kedatangan para penjajah Keadaan bangsa Indonesia sangat sengsara. Para penjajah melakukan monopoli perdagangan di Indonesia dengan cara kekerasan. Selain itu, Belanda juga melakukan politik devide et impera sehingga dapat menaklukkan semua kerajaan di Indonesia dan menjadi terpecah-pecah. Dalam pemerintahannya, Belanda juga menerapkan sistem tanam paksa.Sehingga rakyat semakin sengsara dan miskin. Kelihatannya Indonesia sebagai jajahan Belanda memperoleh kemajuan, akan tetapi rakyat Indonesia tetap miskin sebab gaji para karyawan Indonesia baik di perusahaan swasta maupun dalam administrasi pemerintahan tetap rendah sekali. Sehingga rakyat melarat dan penghasilan di bawah minimum.
Keadaan yang demikian tidak membuat para tokoh pemuda untuk berdiam saja.Para pemuda membentuk perkumpulan-perkumpulan (organisasi) untuk menghadapi kekejaman pemerintah Belanda. Pada permulaan abad ke 20, telah terdapat tanda-tanda akan bangkitnya kembali rakyat Indonesia. Kebangkitan tersebut bermula dengan adanya sosok Kartini  yang ingin memperbaiki keadaan bangsa Indonesia. Bangkitnya bangsa Indonesia tidak terlepas dari cita-cita Kartini.Buku Kartini yang berisikan surat-surat yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang telah membawa pengaruh bagi para pemuda dan pemimpin-pemimpin Indonesia serta bagi kaum terpelajar Belanda.
Dengan mulainya abad ke-20, mulai pulalah suatu masa baru bagi rakyat Indonesia. Dalam masa baru itu  pemimpin-pemimpin rakyat memperjuangkan nasib bangsanya yang selama berabad-abad telah dilakukan oleh nenek moyang kita, dengan melakukan perlawanan bersenjata. Kini perjuangan merupakan suatu perjuangan politik dengan mempergunakan cara-cara dan sarana-sarana modern.
Pada tahun 1906 Dr. Wahidin Sudirohusodo mulai memajukan propaganda dalam memajukan bangsa Jawa melalui perluasan pengajaran.Berkat dorongan Dr. Wahidin Sudirohusodo, pada tanggal 20 Mei 1908, untuk pertama kali didirikan perkumpulan dengan sebutan Budi Utomo oleh Dokter Sutomo dan kawan-kawan.Sehingga mulailah zaman baru di Indonesia yaitu zaman pergerakan Indonesia.Selain itu dididrikan pula organisasi Sarekat Dangang Indonesia oleh Haji Samanhudi.Lantas selanjutnya diubah namanya menjadi Sarekat Islam.SI mempunyai banyak pengikut.Berdirinya Budi Utomo kemudian diikuti oleh perkumpulan-perkumpulan lain di daerah-daerah seperti Pasundan, Sarekat Sumatra, perkumpulan Ambon, perkumpulan Minahasa, dan sebagainya.Hali ini dikarenkanan adanya sifat yang masih kedaerahan bangsa Indonesia.Selain itu, golongan agama punmulai bergerak dengan berdirinya organisasi Muhammadiyah yang didiirikan oleh K.H Ahmad Dahlan pada tanggal 18 November 1912.Oprganisasi ini tidak bergerak di bidang politik, melainkan di bidang sosial, pendidikan, dan agama.Tidak kalah dengan kaum pria, wanita pun mendirikaan perkumpulan wanita yang bernama Putri Mardika, Kautamaan Istri, Parwiyatan wanita, Wanito Hadi, dan sebagainya.
Tujuh tahun setelah didirikannya Budi Utomo, pemuda Indonesia mulai bangkit meskipun masih dalam suasana kesukuan/ kedaerahan. Pada tanggal 7 Maret 1915 Satiman bersama Kadarman dan Sunardi mendirikan perkumpulan pelajar bernama Tri Koro Dharmo yang artinya tiga tujuan mulia (sakti, budi, bakti). Kemudian Tri Koro Dharmo dirubah namanya menjadi Jong Java pada kongres di Solo tahun 1918 karena untuk mencita-citakan persatuan Jawa Raya (Sunda, Jawa, Madura, dan Bali). Selain Jong Java telah terbentuk pula perkumpulan pelajar bernama Sumatranen Bond yang mempunyai cabang di Padang dan Bukittinggi. Kemudian disusul dengan berdirinya perkumpulan pemuda kedaerahan seperti Jong Batak, Jong Minahasa, Jong Celebes, Jong Ambon, Sekar Rukun, dan Pemuda Kaum Betawi. Selain itu berdiri pula Jong Islamieten Bond (JIB) yang didirikan oleh bekas ketua Jong Java yaitu Sam. JIB turut memegang peranan dalam Sumpah Pemuda. Pada tahun 1908 para mahasiswa yang belajar di Belanda juga mendirikan organisasi yang disebut Perhimpunan Indonesia.
Pada tanggal 30 April- 2 Mei 1926, terjadi Kongres Pemuda I. Dalam kongres ini terdiri dari perkumpulan-perkumpulan pemuda yang kemudian bersatu dan melakukan kongres I di Jakarta.Kongres tersebut dipimpin oleh M. Tabrani dengan tujuan kongres memajukan paham persatuan bangsa dan mengeratkan hubungan antara semua perkumpulan pemuda kebangsaan. Sesudah kongres selesai, mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Jakarta  mendirikan perkumpulan mahasiswa yang bernama Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI). Tujuan dibentuknya PPPI ini yaitu untuk persatuan bangsa Indonesia terutama dikalangan pemuda. Tokoh PPPI antara lain Sigit, Sugondo, Suwiryo, S. Reksodiputro, Muh. Yamin, Amir Syarifudin, dan sebagainya.
Perkembangan nasionalisme Indonesia terjadi secara simultan, bukan saja menjangkau partai-partai politik tetapi juga organisasi-organisasi pemuda. Bersamaan dengan pembentukan PNI dan PPPKI, organisasi pemuda berada dalam proses politisasi yang makin meningkat. Para pelajar dan mahasiswa dari organisasi mulai bergabung dalam suatu wadah yang bernama Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI).Para pemuda telah sepakat bahwa waktu pencetusan Sumpah Pemuda telah matang.Sumpah pemuda bukan hanya hasil perjuangan pemuda saja tetapi merupakan hasil perjuangan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Sumpah pemuda merupakan titik kulminasi perjuangan nasional karena syarat mutlak berhasilnya perjuangan bangsa dan bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia sebagai bangsa besar.Sumpah pemuda dicetuskan oleh para pemuda merupakan suatu kehormatan besar bagi pemuda dimanapemuda adalah eksponen perjuangan nasional dan perjuangan pemuda merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan bangsa secara keseluruhan.
Pada Kongres Pemuda II tanggal 26-28 Oktober 1928 dihadiri oleh sembilan organisasi pemuda dan sejumlah tokoh politik.Kongres tersebut merupakan puncak integrasi ideologi nasional dan merupakan peristiwa nasional.Kongres tersebut membawa semangat nasionalisme ke tingkat yang lebih tinggi karena utusan yang datang mengucapkan sumpah setia “Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia.”Di dalam penutupan kongres tersebut dikumandangkan lagu Indonesia Raya ciptaan W.R Supratman.Simbol kebangsaan lainnya yaitu bendera Merah Putih dikibarkan untuk mengiringi lagu kebangsaan tersebut sehingga tercipta kesan yang mendalam bagi para pemuda yang hadir dalam kongres tersebut.Selain itu, sumpah pemuda merupakan produk kaum intelegensi yang menjadi aktor intelektual “drama nasionalisme” Indonesia.Sumpah Pemuda mencakup tiga pengertian yang merupakan kesatuan yaitu pengertian wilayah, bangsa yang merupakan massa dan bahasa sebagai alat komunikasi yang homogin. Nilai dasar yang terkandung dalam sumpah pemuda yang mencakup kebebasan, kemandirian, dan kebersamaan.
Dua tahun setelah sumpah pemuda, gerakan pemuda menginjak fase perjuangan baru dalam kenyataannya yaitu fase perjuangan yang dijiwai oleh cita-cita sumpah pemuda yaitu cita-cita persatuan berdasarkan kebangsaan Indonesia.Pada tahun 1931, Indonesia Muda mengadakan kongres di Yogyakarta.Dalam kongres tersebut membahas mengenai perselisihan antara kaum tua yaitu Sartono yang mendirikan Partindo setelah PNI dibubarkan dan bekas anggota lainnya mendirikan Pendidikan Nasional Indonesia dibawah pimpinan Moh.Hatta.







BAB III
METODE PENELITIAN
3.1  Metode Penulisan
Dalam mengumpulkan data-data dalam penyusunan ini menjadi akurat dan efektif, maka penulis menggunakan metode Angket. Penulis menyebarkan angket yang bersifat umum untuk mengetahui gambaran penilaian mahasiswa terhadap nilai-nilai sumpah pemuda secara umum dan yang bersifat khusus untuk mengetahui secara detail pendapat responden terhadap penilaian mahasiswa terhadap nilai-nilai sumpah pemuda dalam penelitian ini .
3.2 Setting Penelitian
3.2.1 Angket
1.  Pengertian Angket
Angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan pada responden untuk mendapat jawaban (Depdikbud:1975)
Angket adalah suatu daftar atau kumpulan pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis juga ( WS. Winkel, 1987)
Kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang tidak
memerlukan kedatangan langsung dari sumber data
(Dewa Ktut Sukardi, 1983)
2.  Langkah Langkah Menyusun Angket
·   Menentukan data permasalahan dari tema penelitian
·   Tentukan rumusan masalah yang tepat
·   Cabangkan soal soal dari rumusan masalah tersebut
·   Usahakan membuat soal seefektif mungkin yang hanya memuat      jawaban Ya/Tidak
·   Jangan menggunakan soal yang yang mengandung alasan
·   Mulailah membuat soal dari persoalan umum terlebih dahulu
·   Galilah inti masalah dengan persoalan yang lebih khusus setelahnya
3.  Soal Soal Angket
Sebagaimana yang sudah ditetapkan, maka penulis pun memuat beberapa soal angket yang akan disebarkan untuk mengambil data untuk memenuhi kualifikasi penilaian atas permasalahan yang diangkat oleh karya tulis ini, yaitu sebagai berikut :
A. Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pemahaman yang anda miliki. Berilah tanda ( X )pada option a atau b .
  1. Apakah anda tahu Sumpah Pemuda ?
a) Ya                            b) Tidak
  1. Apakah anda tahu sejarah Sumpah Pemuda ?
a) Ya                            b) Tidak
  1. Apakah anda tahu kapan pertama kali Sumpah pemuda diikrarkan?
a) Ya                            b) Tidak
  1. Apakah anda tahu isi Sumpah Pemuda ?
a) Ya                            b) Tidak
  1. Apakah anda tahu makna satu nusa dalam ikrar Sumpah pemuda?
a) Ya                            b) Tidak
  1. Apakah anda sudah mengimplementasikan nilai-nilai sumpah pemuda dalam kehidupan anda ?
a) Ya                            b) Tidak
  1. Apakah anda pernah mengikuti upacara peringatan hari sumpah pemuda ?
a) Ya                            b) Tidak
  1. Apakah anda bangga menjadi Pemuda/pemudi Indonesia?
a) Ya                            b) Tidak
  1. Apakah anda pernah berkontribusi dalam peringatan sumpah pemuda ?
a) Ya                            b) Tidak
  1. Apakah dengan memperingati sumpah pemuda anda telah dapat mengubah paradigma berpikir anda untuk berkarya memajukan bangsa ?
a) Ya                            b) Tidak

B. Isi tabel sesuai dengan pengetahuan anda, dan beri tanda (Ö ) .
Keterangan :
S = Setuju                               SS = Sangat setuju                  KS = Kurang Setuju
Ts = Tidak setuju                    Sts = Sangat tidak setuju
No
Pernyataan
s
ss
ks
ts
sts
Alasan
1
Nilai-nilai Sumpah pemuda belum relevan dalam kehidupan








2
Dengan memperingati sumpah pemuda mahasiswa memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme






3
Semangat kebangsaan sudah mulai luntur dikalangan mahasiswa









4
Betapa minimnya penghayatan terhadap nilai-nilai sumpah pemuda dikalangan mahasiswa










5
Dengan memupuk rasa cinta tanah air dan meningkatkan kemampuan sesuai dengan kapasitasnya, dapat memperbaiki keadaan bangsa, mewujudkan cita-cita besar sumpah pemuda.







C. Apa yang anda lakukan dalam kehidupan anda untuk mengaplikasikan bentuk dari nilai-nilai sumpah pemuda!................................................................................................... ................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3.3  Teknik Pengumpulan Data
Menurut Arikunto ( 2006 : 232 ), “ pengumpulan data adalah mengamati variabel yang akan diteliti dengan metode interview, tes observasi, kuesioner, dan sebagainya “
Pengumpulan data dalam pembuatan karya tulis ini dilakukan dengan bebrapa teknik, yaitu penyebaran angket.
Penyebaran angket dilakukan dengan tujuan menyampaikan pertanyaan tertulis untuk diajukan kepada subyek untuk mendapatkan jawaban secara tertulis juga .
Dari teknik tersebut, penulis dapat menentukan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut .
3.4  Teknik Pengolahan Data
Proses dan hasil kuesioner ( angket )
Semua keterangan hasil kuesioner dijadikan landasan untuk melakukan refleksi . dalam hal ini, peneliti akan membandingkan keterangan hasil kuesioner yang telah dilakukan untuk menentukan sampai tidaknya pada hal yang ingin dicapai .
Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan semua hasil kuesioner pada saat pelaksanaan kegiatan. Semua keterangan mengenai pengetahuan responden mengenai permasalahan yang diangkat dalam karya tulis ini, akan dianalisis .









BAB IV
PEMBAHASAN MASALAH
4.1 Analisa Data
4.1.1 Angket
No
Pertanyaan
Ya
Tidak
Jml
(%)
Jml
 (%)
1
Apakah anda tahu Sumpah Pemuda ?
47
98
1
2
2
Apakah anda tahu sejarah Sumpah Pemuda ?
33
69
15
31
3
Apakah anda tahu kapan pertama kali Sumpah pemuda diikrarkan?
44
92
4
8
4
Apakah anda tahu isi Sumpah Pemuda ?
48
100
0
0
5
Apakah anda tahu makna satu nusa dalam ikrar Sumpah pemuda?
37
77
11
23
6
Apakah anda sudah mengimplementasikan nilai-nilai sumpah pemuda dalam kehidupan anda ?
40
83
8
17
7
Apakah anda pernah mengikuti upacara peringatan hari sumpah pemuda ?
48
100
0
0
8
Apakah anda bangga menjadi Pemuda/pemudi Indonesia?
48
100
0
0
9
Apakah anda pernah berkontribusi dalam peringatan sumpah pemuda ?
35
73
13
27
10
Apakah dengan memperingati sumpah pemuda anda telah dapat mengubah paradigma berpikir anda untuk berkarya memajukan bangsa ?
43
89
5
10
 Penulis telah melakukan penyebaran angket mengenai permasalahan penilaian mahasiswa UPI Sumedang terhadap nilai-nilai Sumpah Pemuda. Objek yang menjadi narasumber dalam penyebaran angket  ini adalah mahasiwa UPI Sumedang prodi kelas 1 A sejumlah 48 orang, dan dari hasil penyebaran angket tersebut, penulis dapat mengolah data penelitian dalam bentuk tabel dan diagram. Penulis mengelompokkan jawaban koresponden dalam bentuk jumlah orang dan dalam bentuk persen.
Diagram Pernyataan dengan jawaban responden  (YA)

Diagram Pernyataan dengan jawaban responden  (Tidak)






B.
No
Pernyataan
S
SS
KS
TS
STS
Jml
%
Jml
%
Jml
%
Jml
%
Jml
%
1
Nilai-nilai Sumpah pemuda belum relevan dalam kehidupan
37
77
0
0
5
10
5
10
1
2
2
Dengan memperingati sumpah pemuda mahasiswa memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme
38
79
10
21
0
0
1
2
0
0
3
Semangat kebangsaan sudah mulai luntur dikalangan mahasiswa
14
29
8
17
23
48
4
8
1
2
4
Betapa minimnya penghayatan terhadap nilai-nilai sumpah pemuda dikalangan mahasiswa
22
46
5
10
19
39
1
2
1
2
5
Dengan memupuk rasa cinta tanah air dan meningkatkan kemampuan sesuai dengan kapasitasnya, dapat memperbaiki keadaan bangsa, mewujudkan cita-cita besar sumpah pemuda.
28
58
11
23
0
0
0
0
1
2



















 
































 
















4.2  Analisa Masalah
Bagaimana pengetahuan mahasiswa UPI Sumedang terhadap Sumpah Pemuda ?
Berdasarkan hasil penyebaran angket yang dilakukan oleh penulis, diperoleh keterangan dari responden bahwa 98% mahasiswa mengetahui sumpah pemuda baik dari sejarahnya, ikrarnya,serta kandungan dari ikrarnya sendiri. Secara teori pada umumnya, mahasiswa sudah mengetahui sumpah pemuda. Namun pada realitanya nilai-nilai sumpah pemuda belum relevan dalam kehidupan berdasarkan keterangan dari responden menjawab 77% beranggapan bahwa nilai sumpah pemuda memang tidak relevan. Bertolak belakang dengan pengetahuan mereka mengenai sumpah pemuda, justru teori yang mereka dapatkan dan ketahui tidak diikuti oleh aplikasi nyata.

Apakah mahasiswa UPI Sumedang sudah berkontribusi bagi Bangsa dan Negara dengan menerapkan nilai-nilai sumpah pemuda ?

Adakah pengaruh lingkungan sosial pelajar SMA  terhadap tatacara berbahasa Indonesia dalam percakapan sehari-harinya ?









BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa :
  • Pada umumnya mahasiswa mengetahui teori sumpah pemuda.
  • Sebagian besar mahasiswa mengaplikasikan nilai sumpah pemuda dengan belajar dengan giat supaya bias membangun pendidikan bangsa Indonesia menuju bangsa yang maju.
Oleh karena itu, penulis menilai kesimpulan cocok dengan hipotesa awal pada bab sebelumnya,hal ini dikarenakan telah jelasnya fakta bahwa pelajar SMA cenderung menggunakan bahasa campuran dibandingkan Bahasa Indonesia itu sendiri, walaupun sesungguhnya mereka memiliki pengetahuan teoritis yang cukup baik tentang Bahasa Indonesia .
5.2 Saran
Dari kesimpulan diatas, maka penulis dapat membarikan saran kepada :
  • Pemerintah, agar membuat suatu program bermutu untuk para pelajar mengenai Bahasa Indonesia melalui media massa seperti televisi, radio dan semacamnya, karena media massa adalah media paling efektif untuk menyampaikan informasi.
  • Guru, dalam menyampaikan materi dalam kegiatan belajar mengajar, agar menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, agar mendapat menjadi contoh bagi siswanya.
  • Siswa, agar lebih sadar dalam menggunakan Bahasa Indonesia sebagai budaya asli Indonesia, agar dapat selalu lestari.
  • Semoga bermanfaat

  •