Pengalaman pertama menjadi seorang keua pelaksana dalam acara "Training Advokasi" TRAVO BEM UPI Kampus Sumedang 2014. banyak orang yang berkata wanita itu tidak pantas memimpin. Maka, embusan seperti itu pun melekat dalam otakku. Aku tak tau mngapa kepala departemen memilih aku sebagai ketua.. padahal masih banyak yang layak. Namun, apa boleh buat jika kit mundur dan tak mau mencoba sama saja seperti pecundang. Dengan bismillah kesiapan itu pun muncul dan semangat menggebu ada di tengah langkah kaki ini. banyak sekali pengalaman dan hikmah yang dapat dipetik. BEM UPI Kampus Sumedang kabinet Cipta kelana, disinilah aku mengabdi sebagai staf advokasi, disinilah aku menemukan kaka, sahabat dan keluarga yang selalu memberikan kasih dan perhatiannya. Saling care dan memberi rasa nyaman inilah kami penuh dengan kepedulian dan kebersamaan itulah kami. 2014 sebagai ujung tombak kemajuan program kerja. Jika kami tidak berani melangkah sampai kapan kita berada dalam keterpurukan. beranilah dulu dan jadi orang yang berguna itulah harapan kami. Dengan semangat kini sudah ada di hari terakhir persiapan. Semogaa, besok pidatonya lancar wiss jadi ketua harus ngasih sambutan sih agak grogi. Grand opening travo be brave we can.
#semangat ^_^
Jumat, 26 September 2014
Sabtu, 23 Agustus 2014
Ajari Aku Melupakanmu
Dan disaat aku
mencoba kuat untuk bertahan, tidak banyak yang aku pinta kepada kamu, dia,
mereka dan dunia…. Ajari aku untuk melupakan semuanya yang telah berlalu.
Ajari aku
melupakanmu melupakan setiap detik momen bersamamu. Saat kebersamaan itu ada
dan pergi. Pergilah sejauh yang kamu bisa dan ajari aku melupakan atas apa
kesdalahan yang pernah ada diantara kita.
Tutup rapat atas
apa yang pernah terjadi diantara kita, kamu ,aku juga Tuhan yang selalu
menyaksiakan setiap menit kebersamaan dalam 2 tahun yang lalu.
Aku tidak pernah menyalahkan masa lalu.
Sehingga kita terperangkap di dalamnya. Aku tidak bisa menyalahkan cinta, yang
hadir pada hati yang tidak tepat. Aku menganggap semua ini adalah bentuk
petunjuk Tuhan, karena dengan ini Ia memberitahu kita tentang sejarah
sebenarnya, bagaimana kita tercipta. Kita tidak bisa menyalahkan masa lalu,
apalagi mengubahnya. Biarkan itu menjadi suatu sejarah kita yang akan
menjadikan kita tegar untuk menjalani hidup selanjutnya.
Saat aku
terpuruk semoga suatu hari akan ada yang sudi berbagi pundak untuk
menjadikannya tempat bersandar dan membagi semua beban itu. Tuhan pasti tahu
bahwasannya kita mampu. Mungkin sekarang susah untuk bisa membangkitnya lagi .
Akan tetapi kita ingat tuhan tidak pernah tidur apalagi mendengkur.
Bertubi-tubi
cobaan silih berganti dan kita merasa lelah bahkan tak mampu berdiri. Dan tidak
dapat dimengerti. Sungguh hidup ini akan selalu memberikan pelajaran. Tuhan
ingin jadi kita manusia yang tangguh.
Senin, 18 Agustus 2014
Persiapan yang serba mendadak tapi karena kasih dan sayang kami yang begitu kuat membuat kami berusaha untuk memberikan kado di hari ulah tahun ayah kami. Mamah dan aku pun mulai sibuk saat ayah berangkat ke sekolah bertugas membimbing anak-anak bangsa. Nah... kami pun mulai sibuk di dapur menyiapkan ini dan itu, walaupun sederhana yang terpenting adalah makna dari apa yang kami tujukan untuk orang yanmg kami sayangi. Ya, walaupun hanya nasi kuning yang bisa dibuat semoga rasa syukur kami atas bertambahnya usia ayah dapat tersampaikan kepada sang Pencipta Allah SWT azza wazzala.
Senin, 04 Agustus 2014
Bangun
Bangun
Makanya jangan tertidur terus wahai putri cantik :). Mulailah bangkit kembali dari lelapnya tidurmu yang membuat terpaku dan membisu. Senja yang banyak memberi secercah harapan telah menunggumu untuk kau gengam dengan penuh kepastian . Untaian cerita yang penuh drama yang telah dirajut semoga kian membalutimu dengan sejuta tawa dan kepastian. Mereka telah menunggu disana dipenghujung jembatan yang kan dilalui. Penuh tanya dan harap penuh gundah gelisah. Angkatkan kedua tangan untuk bercakap kepada-Nya. Ayo kicauan burung menyambutmu dengan hangat. . . tak banyak yang akan mereka katakan hanya meluapkan kerinduan kepada engkau yang begitu vakum sekian lama dari tidurmu yang begitu lelapnya. Semoga secercah cahaya yang engkau pancarkan akan membekas di qalbumu dan membawa sebuah kepastian. Rinai hujan tyang menyertai kian mendinginkanmu dari amarah yang menggebu. Semoga kian menjadi insan yang sebagaimana menjadi dambaan. Betapa banyak orang disekelilingmu yang menunggumu dengan kisah indahmu.
Makanya jangan tertidur terus wahai putri cantik :). Mulailah bangkit kembali dari lelapnya tidurmu yang membuat terpaku dan membisu. Senja yang banyak memberi secercah harapan telah menunggumu untuk kau gengam dengan penuh kepastian . Untaian cerita yang penuh drama yang telah dirajut semoga kian membalutimu dengan sejuta tawa dan kepastian. Mereka telah menunggu disana dipenghujung jembatan yang kan dilalui. Penuh tanya dan harap penuh gundah gelisah. Angkatkan kedua tangan untuk bercakap kepada-Nya. Ayo kicauan burung menyambutmu dengan hangat. . . tak banyak yang akan mereka katakan hanya meluapkan kerinduan kepada engkau yang begitu vakum sekian lama dari tidurmu yang begitu lelapnya. Semoga secercah cahaya yang engkau pancarkan akan membekas di qalbumu dan membawa sebuah kepastian. Rinai hujan tyang menyertai kian mendinginkanmu dari amarah yang menggebu. Semoga kian menjadi insan yang sebagaimana menjadi dambaan. Betapa banyak orang disekelilingmu yang menunggumu dengan kisah indahmu.
Rabu, 26 Februari 2014
Selasa, 11 Februari 2014
ceroboh
waduuuhh..disuruh entry data siswa karena saking lelahnya yang terjadi adalah banyak data yang salah di entry dan akibatnya harus mengulangi kembaloi proses inputnya. Makanya buat temen-temen semua jangan ditiru sikap seperti ini ya.. i\walaupun dengan misi ingin cepat selesai tetep aja harus teliti dan wolles okke :)
Senin, 10 Februari 2014
Menyesal ataukah Bersyukur
sobat pernahkah kalian merasa jika kalian sesungguhnya menyesal atas keputusan yang telah kalian lakukan. Seiring berjalannya waktu... mungkin keputusan itu masih dapat kita anggap benar, dan kita bersyukur atas apa yang telah kita kerjakan hari ini. Namun seketika rasa syukur itu membalik badan justru terbersit rasa yang menimbulkan dua sisi rasa penyesalan atas keputusan dulu yang berujung pada rasa sakit yang amat membekas. Ketika bertahun-tahun dipendam, malah menimbulkan jerawat yang membatu. Ha... lelah rasanya memendam semua ini selang waktu yang lama yang tak membuat kita bertegur sapa. Mungkinkah aku dapat mengembalikan rasa sesalku dalam sebuah rasa yang tak menyesal kembalikan semua pada momen yang semula. Namun its immpossible. Aku tidak dapat menebus rasa bersalah itu dan penyesalan itu hanya dapat di ubah dengan sebuah statement baru yakni nbangkitlah, dan jangan membuat rasa sesal menyelimuti hidup kita bahkan merajai fikiran ubahlah itu semua dengan mengucap syukur,syukur mungkin ini jalan yang sudah Tuhan gariskan dalam hidp saya. Semoga penyesalan itu dapat terganti dengan sebuah kebahagiaan yang hakiki
Selasa, 04 Februari 2014
Tugas Kuliah Konsep Dasar IPS
Angket Peelitian nih tugas UTS nya... yuhuuu
B. Isi tabel sesuai dengan pengetahuan anda, dan beri tanda (Ö ) .
Keterangan :
S = Setuju SS = Sangat setuju KS = Kurang Setuju
Ts = Tidak setuju Sts = Sangat tidak setuju
LAPORAN
PENELITIAN
PENILAIAN MAHASISWA UPI
SUMEDANG
TERHADAP NILAI-NILAI
SUMPAH PEMUDA
Oleh :
Nama
: Aida Azizah
No.Absen : 28
NIM :1303838
Prodi/Kelas : PGSD Kelas 1 B
UNIVERSITAS PENDIDIKAN
INDONESIA
KAMPUS SUMEDANG
2013
KATA
PENGANTAR
Penulis memanjatkan puji dan syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya
kepada penulis, sehingga laporan penelitian matakuliah konsep dasar IPS ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu.
Tugas ini merupakan hasil pengumpulan
informasi dan data dari hasil penyebaran angket terhadap mahasiswa UPI Sumedang program studi PGSD kelas 1 A mengenai “ Penilaian
Mahasiswa UPI Terhadap Nilai Sumpah Pemuda”.
Selain membahas sejauh mana pengetahuan
mahasiswa terhadap sumpah pemuda, tugas ini juga membahas mengenai sejauh mana
aplikasi dan implementasi nilai-nilai sumpah pemuda dalam kehidupan
sehari-harinya.
Dengan topik yang diambil penulis,
penulis berharap kesadaran mahasiswa UPI sumedang dapat bangkit dan dapat
mengimplementasikan nilai-nilai sumpah pemuda dalam kehidupan sehari-harinya.
Akhir kata, penulis mengucapkan
terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyelesaian tugas
ujian tengah semester (UTS) matakuliah konsep dasar
IPS ini . Mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan penulisan baik dalam
resensi kalimat bahkan isi penyusunannya. Oleh karena itu, kritik dan saran
sangat saya harapkan untuk penyempurnaan berbagai
kekurangan. Semoga bermanfaat bagi semuanya . Amin .
Sumedang, November 2013
Penulis
DAFTAR ISI
|
KATA PENGANTAR.................................................................................
DAFTAR ISI................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................
1.1 Latar
Belakang.....................................................................................
1.2 Perumusan
Masalah.............................................................................
1.3
Tujuan..................................................................................................
BAB II LANDASAN TEORI.....................................................................
2.1 Sejarah Sumpah Pemuda....................................................................
BAB III METODE PENELITIAN............................................................
3.1 Metode Penelitian
...............................................................................
3.2 Setting
Penelitian.................................................................................
3.3 Teknik Pengumpulan Data
.................................................................
3.4 Teknik Pengolahan Data
.....................................................................
BAB IV PEMBAHASAN MASALAH .....................................................
4.1 Analisa Data
.......................................................................................
4.2 Analisa
Masalah ................................................................................
BAB V PENUTUP .....................................................................................
5.1 Kesimpulan ........................................................................................
5.2 Saran ...................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA ................................................................................
|
i
ii
1
1
2
2
3
3
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Sebuah
fenomena sejarah yang merupakan momentum sangat penting dalam proses penguatan
konsep wawasan kebangsaan Indonesia terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928.
Adanya kehendak bersama untuk bersatu itu akan mengatasi alasan-alasan seperti
kedaerahan, kesukuan, keturunan, keagamaan, dan sejenisnya dengan tetap
menghormati perbedaan-perbedaan yang ada. Sejak peristiwa tahun 1928 itu, dunia
dikejutkan oleh kemampuan dan kesanggupan bangsa Indonesia untuk bersatu padu
dalam kemajuan.
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, merupakan
momentum kebangkitan nasionalisme yang luar biasa. Sesudah pergelaran Sumpah
Pemuda maka semangat kenasionalan ini muncul dalam jiwa pemuda-pemuda bangsa
sehingga tercipta kemerdekaan setelah berates-ratus tahun negara ini dibawah
kekuasaan asing. Peran serta kontribusi dari Sumpah pemuda terhadap bangsa
Indonesia merupakan topik yang menarik untuk dikaji lebih ,mendalam.
Namun, pada masa masa ini, pengaruh
ego tiap pemuda-pemuda sudah mulai
mencuat di permukaan, ditambah dengan pengaruh kebudayaan asing yang masuk ke
negeri ini yang mulai mengikis demi sedikit persatuan dan kesatuan Bangsa
Indonesia .
Dan seiring itu pula, kontribusi pemuda yang baik dan benar terhadap
perkembangan dan kemajuan Bangsa Indonesia kini mulai
tersamarkan dengan pencampuran pengaruh globalisasi yang tak terbendung, hal ini sudah cukup pelik,
dikarenakan sudah lunturnya kesadaran anak bangsa terhadap bangsanya sendiri.
Menilik dari perkembangan pemuda-pemuda di era modern ini, nilai-nilai sumpah pemuda
sudah tak di indahkan lagi. Nilai sumpah pemuda sudah tidak ada dalam jiwa para
pemuda. Semangat kenasionalismean cenderung menurun, dan mengapa hal
tersebut terjadi ? Apakah kondisi ini dapat dijadikan sebagai petunjuk bahwa Pemuda Bangsa Indonesia saat ini mulai kehilangan jati
dirinya? Apakah mereka dapat berkontribusi
dalam memajukan bangsanya?
Maka dari itu, penulis berharap hal
ini akan menjadi pengetahuan bagi khalayak umum agar dapat menilai fenomena penilaian mahasiswa terhadap penerapan nilai-nilai sumpah pemuda.
Oleh karena itu, penulis tertarik
untuk mengobservasi dan meniliti tentang “ Penilaian Mahasiswa Upi
Sumedang
Terhadap Nilai-Nilai
Sumpah Pemuda
“.
1.2 Rumusan Masalah
- Bagaimana pengetahuan mahasiswa UPI Sumedang terhadap Sumpah Pemuda ?
- Bagaimana pengetahuan mahasiswa UPI Sumedang terhadap Nilai-nilai yang terkandung dalam ikrar Sumpah Pemuda ?
- Apakah mahasiswa UPI Sumedang sudah berkontribusi bagi Bangsa dan Negara dengan menerapkan nilai-nilai sumpah pemuda ?
1.3 Tujuan
- Mengetahui sejauhmana pengetahuan mahasiswa UPI Sumedang terhadap Sumpah Pemuda.
- Mengetahui sejauhmana pengetahuan mahasiswa UPI Sumedang terhadap kandungan nilai-nilai dalam Ikrar Sumpah Pemuda.
- Mengetahui dan meninjau sejauhmana kontribusi yang dilakukan mahasiswa UPI untuk kemajuan Bangsa dan Negara dengan menerapkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupannya.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Sejarah Lahir dan Berkembangnya Sumpah Pemuda
Sejak kedatangan
para penjajah Keadaan bangsa Indonesia sangat sengsara. Para penjajah melakukan
monopoli perdagangan di Indonesia dengan cara kekerasan. Selain itu, Belanda
juga melakukan politik devide et impera sehingga dapat menaklukkan semua
kerajaan di Indonesia dan menjadi terpecah-pecah. Dalam pemerintahannya,
Belanda juga menerapkan sistem tanam paksa.Sehingga rakyat semakin sengsara dan
miskin. Kelihatannya Indonesia sebagai jajahan Belanda memperoleh kemajuan,
akan tetapi rakyat Indonesia tetap miskin sebab gaji para karyawan Indonesia
baik di perusahaan swasta maupun dalam administrasi pemerintahan tetap rendah
sekali. Sehingga rakyat melarat dan penghasilan di bawah minimum.
Keadaan yang
demikian tidak membuat para tokoh pemuda untuk berdiam saja.Para pemuda
membentuk perkumpulan-perkumpulan (organisasi) untuk menghadapi kekejaman
pemerintah Belanda. Pada permulaan abad ke 20, telah terdapat tanda-tanda akan
bangkitnya kembali rakyat Indonesia. Kebangkitan tersebut bermula dengan adanya
sosok Kartini yang ingin memperbaiki keadaan bangsa Indonesia. Bangkitnya
bangsa Indonesia tidak terlepas dari cita-cita Kartini.Buku Kartini yang
berisikan surat-surat yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang telah membawa
pengaruh bagi para pemuda dan pemimpin-pemimpin Indonesia serta bagi kaum
terpelajar Belanda.
Dengan mulainya abad
ke-20, mulai pulalah suatu masa baru bagi rakyat Indonesia. Dalam masa baru
itu pemimpin-pemimpin rakyat memperjuangkan nasib bangsanya yang selama berabad-abad telah dilakukan oleh nenek moyang
kita, dengan melakukan perlawanan bersenjata. Kini perjuangan merupakan suatu
perjuangan politik dengan mempergunakan cara-cara dan sarana-sarana modern.
Pada tahun 1906
Dr. Wahidin Sudirohusodo mulai memajukan propaganda dalam memajukan bangsa Jawa
melalui perluasan pengajaran.Berkat dorongan Dr. Wahidin Sudirohusodo, pada
tanggal 20 Mei 1908, untuk pertama kali didirikan perkumpulan dengan sebutan
Budi Utomo oleh Dokter Sutomo dan kawan-kawan.Sehingga mulailah zaman baru di
Indonesia yaitu zaman pergerakan Indonesia.Selain itu dididrikan pula
organisasi Sarekat Dangang Indonesia oleh Haji Samanhudi.Lantas selanjutnya
diubah namanya menjadi Sarekat Islam.SI mempunyai banyak pengikut.Berdirinya
Budi Utomo kemudian diikuti oleh perkumpulan-perkumpulan lain di daerah-daerah
seperti Pasundan, Sarekat Sumatra, perkumpulan Ambon, perkumpulan Minahasa, dan
sebagainya.Hali ini dikarenkanan adanya sifat yang masih kedaerahan bangsa
Indonesia.Selain itu, golongan agama punmulai bergerak dengan berdirinya
organisasi Muhammadiyah yang didiirikan oleh K.H Ahmad Dahlan pada tanggal 18
November 1912.Oprganisasi ini tidak bergerak di bidang politik, melainkan di
bidang sosial, pendidikan, dan agama.Tidak kalah dengan kaum pria, wanita pun
mendirikaan perkumpulan wanita yang bernama Putri Mardika, Kautamaan Istri,
Parwiyatan wanita, Wanito Hadi, dan sebagainya.
Tujuh tahun
setelah didirikannya Budi Utomo, pemuda Indonesia mulai bangkit meskipun masih
dalam suasana kesukuan/ kedaerahan. Pada tanggal 7 Maret 1915 Satiman bersama
Kadarman dan Sunardi mendirikan perkumpulan pelajar bernama Tri Koro Dharmo
yang artinya tiga tujuan mulia (sakti, budi, bakti). Kemudian Tri Koro Dharmo
dirubah namanya menjadi Jong Java pada kongres di Solo tahun 1918 karena untuk
mencita-citakan persatuan Jawa Raya (Sunda, Jawa, Madura, dan Bali). Selain
Jong Java telah terbentuk pula perkumpulan pelajar bernama Sumatranen Bond yang
mempunyai cabang di Padang dan Bukittinggi. Kemudian disusul dengan berdirinya
perkumpulan pemuda kedaerahan seperti Jong Batak, Jong Minahasa, Jong Celebes,
Jong Ambon, Sekar Rukun, dan Pemuda Kaum Betawi. Selain itu berdiri pula Jong
Islamieten Bond (JIB) yang didirikan oleh bekas ketua Jong Java yaitu Sam. JIB
turut memegang peranan dalam Sumpah Pemuda. Pada tahun 1908 para mahasiswa yang
belajar di Belanda juga mendirikan organisasi yang disebut Perhimpunan
Indonesia.
Pada tanggal 30
April- 2 Mei 1926, terjadi Kongres Pemuda I. Dalam kongres ini terdiri dari
perkumpulan-perkumpulan pemuda yang kemudian bersatu dan melakukan kongres I di
Jakarta.Kongres tersebut dipimpin oleh M. Tabrani dengan tujuan kongres
memajukan paham persatuan bangsa dan mengeratkan hubungan antara semua
perkumpulan pemuda kebangsaan. Sesudah kongres selesai, mahasiswa-mahasiswa
Indonesia di Jakarta mendirikan perkumpulan mahasiswa yang bernama
Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI). Tujuan dibentuknya PPPI ini yaitu
untuk persatuan bangsa Indonesia terutama dikalangan pemuda. Tokoh PPPI antara
lain Sigit, Sugondo, Suwiryo, S. Reksodiputro, Muh. Yamin, Amir Syarifudin, dan
sebagainya.
Perkembangan
nasionalisme Indonesia terjadi secara simultan, bukan saja menjangkau
partai-partai politik tetapi juga organisasi-organisasi pemuda. Bersamaan
dengan pembentukan PNI dan PPPKI, organisasi pemuda berada dalam proses
politisasi yang makin meningkat. Para pelajar dan mahasiswa dari organisasi
mulai bergabung dalam suatu wadah yang bernama Perhimpunan Pelajar-Pelajar
Indonesia (PPPI).Para pemuda telah sepakat bahwa waktu pencetusan Sumpah Pemuda
telah matang.Sumpah pemuda bukan hanya hasil perjuangan pemuda saja tetapi
merupakan hasil perjuangan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Sumpah pemuda
merupakan titik kulminasi perjuangan nasional karena syarat mutlak berhasilnya
perjuangan bangsa dan bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia sebagai bangsa
besar.Sumpah pemuda dicetuskan oleh para pemuda merupakan suatu kehormatan
besar bagi pemuda dimanapemuda adalah eksponen perjuangan nasional dan
perjuangan pemuda merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan bangsa
secara keseluruhan.
Pada Kongres
Pemuda II tanggal 26-28 Oktober 1928 dihadiri oleh sembilan organisasi pemuda
dan sejumlah tokoh politik.Kongres tersebut merupakan puncak integrasi ideologi
nasional dan merupakan peristiwa nasional.Kongres tersebut membawa semangat
nasionalisme ke tingkat yang lebih tinggi karena utusan yang datang mengucapkan
sumpah setia “Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia.”Di dalam
penutupan kongres tersebut dikumandangkan lagu Indonesia Raya ciptaan W.R
Supratman.Simbol kebangsaan lainnya yaitu bendera Merah Putih dikibarkan untuk
mengiringi lagu kebangsaan tersebut sehingga tercipta kesan yang mendalam bagi
para pemuda yang hadir dalam kongres tersebut.Selain itu, sumpah pemuda
merupakan produk kaum intelegensi yang menjadi aktor intelektual “drama
nasionalisme” Indonesia.Sumpah Pemuda mencakup tiga pengertian yang merupakan
kesatuan yaitu pengertian wilayah, bangsa yang merupakan massa dan bahasa
sebagai alat komunikasi yang homogin. Nilai dasar yang terkandung dalam sumpah
pemuda yang mencakup kebebasan, kemandirian, dan kebersamaan.
Dua tahun
setelah sumpah pemuda, gerakan pemuda menginjak fase perjuangan baru dalam
kenyataannya yaitu fase perjuangan yang dijiwai oleh cita-cita sumpah pemuda
yaitu cita-cita persatuan berdasarkan kebangsaan Indonesia.Pada tahun 1931,
Indonesia Muda mengadakan kongres di Yogyakarta.Dalam kongres tersebut membahas
mengenai perselisihan antara kaum tua yaitu Sartono yang mendirikan Partindo
setelah PNI dibubarkan dan bekas anggota lainnya mendirikan Pendidikan Nasional
Indonesia dibawah pimpinan Moh.Hatta.
BAB III
METODE
PENELITIAN
3.1 Metode Penulisan
Dalam mengumpulkan data-data dalam
penyusunan ini menjadi
akurat dan efektif, maka penulis menggunakan metode Angket. Penulis menyebarkan angket yang bersifat umum untuk mengetahui gambaran penilaian
mahasiswa terhadap nilai-nilai sumpah pemuda secara umum
dan yang bersifat khusus untuk mengetahui secara detail pendapat responden
terhadap penilaian mahasiswa terhadap nilai-nilai sumpah
pemuda dalam penelitian ini .
3.2 Setting Penelitian
3.2.1 Angket
1. Pengertian Angket
Angket adalah suatu alat
pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan pada responden
untuk mendapat jawaban (Depdikbud:1975)
Angket adalah suatu daftar
atau kumpulan pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis juga ( WS.
Winkel, 1987)
Kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang tidak
memerlukan kedatangan langsung dari sumber data (Dewa Ktut Sukardi, 1983)
Kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang tidak
memerlukan kedatangan langsung dari sumber data (Dewa Ktut Sukardi, 1983)
2. Langkah Langkah Menyusun
Angket
·
Menentukan data permasalahan dari
tema penelitian
·
Tentukan rumusan masalah yang tepat
·
Cabangkan soal soal dari rumusan
masalah tersebut
·
Usahakan membuat soal seefektif
mungkin yang hanya memuat jawaban Ya/Tidak
·
Jangan menggunakan soal yang yang
mengandung alasan
·
Mulailah membuat soal dari persoalan
umum terlebih dahulu
·
Galilah inti masalah dengan
persoalan yang lebih khusus setelahnya
3. Soal Soal Angket
Sebagaimana yang sudah ditetapkan,
maka penulis pun memuat beberapa soal angket yang akan disebarkan untuk
mengambil data untuk memenuhi kualifikasi penilaian atas permasalahan yang
diangkat oleh karya tulis ini, yaitu sebagai berikut :
A. Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pemahaman yang anda miliki. Berilah tanda ( X
)pada option a atau b .
- Apakah anda tahu Sumpah Pemuda ?
a) Ya b) Tidak
- Apakah anda tahu sejarah Sumpah Pemuda ?
a) Ya b) Tidak
- Apakah anda tahu kapan pertama kali Sumpah pemuda diikrarkan?
a)
Ya b) Tidak
- Apakah anda tahu isi Sumpah Pemuda ?
a) Ya b) Tidak
- Apakah anda tahu makna satu nusa dalam ikrar Sumpah pemuda?
a) Ya b) Tidak
- Apakah anda sudah mengimplementasikan nilai-nilai sumpah pemuda dalam kehidupan anda ?
a) Ya b) Tidak
- Apakah anda pernah mengikuti upacara peringatan hari sumpah pemuda ?
a)
Ya b) Tidak
- Apakah anda bangga menjadi Pemuda/pemudi Indonesia?
a) Ya b) Tidak
- Apakah anda pernah berkontribusi dalam peringatan sumpah pemuda ?
a) Ya b) Tidak
- Apakah dengan memperingati sumpah pemuda anda telah dapat mengubah paradigma berpikir anda untuk berkarya memajukan bangsa ?
a) Ya b) Tidak
B. Isi tabel sesuai dengan pengetahuan anda, dan beri tanda (Ö ) .
Keterangan :
S = Setuju SS = Sangat setuju KS = Kurang Setuju
Ts = Tidak setuju Sts = Sangat tidak setuju
|
No
|
Pernyataan
|
s
|
ss
|
ks
|
ts
|
sts
|
Alasan
|
|
1
|
Nilai-nilai
Sumpah pemuda belum relevan dalam kehidupan
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Dengan
memperingati sumpah pemuda mahasiswa memiliki semangat nasionalisme dan
patriotisme
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Semangat
kebangsaan sudah mulai luntur dikalangan mahasiswa
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Betapa minimnya penghayatan terhadap nilai-nilai
sumpah pemuda dikalangan mahasiswa
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Dengan memupuk rasa cinta tanah air dan meningkatkan
kemampuan sesuai dengan kapasitasnya, dapat memperbaiki keadaan bangsa,
mewujudkan cita-cita besar sumpah pemuda.
|
|
|
|
|
|
|
C. Apa yang anda lakukan dalam
kehidupan anda untuk mengaplikasikan bentuk dari nilai-nilai sumpah
pemuda!...................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Menurut Arikunto ( 2006 : 232 ), “
pengumpulan data adalah mengamati variabel yang akan diteliti dengan metode
interview, tes observasi, kuesioner, dan sebagainya “
Pengumpulan data dalam pembuatan
karya tulis ini dilakukan dengan bebrapa teknik, yaitu penyebaran angket.
Penyebaran angket dilakukan dengan
tujuan menyampaikan pertanyaan tertulis untuk diajukan kepada subyek untuk
mendapatkan jawaban secara tertulis juga .
Dari teknik tersebut, penulis dapat
menentukan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut .
3.4 Teknik Pengolahan Data
Proses dan
hasil kuesioner ( angket )
Semua keterangan hasil kuesioner dijadikan landasan
untuk melakukan refleksi . dalam hal ini, peneliti akan membandingkan keterangan
hasil kuesioner yang telah dilakukan untuk menentukan sampai tidaknya pada hal
yang ingin dicapai .
Analisis data dilakukan dengan
mengumpulkan semua hasil kuesioner pada saat pelaksanaan kegiatan. Semua
keterangan mengenai pengetahuan responden mengenai permasalahan yang diangkat
dalam karya tulis ini, akan dianalisis .
BAB IV
PEMBAHASAN MASALAH
4.1 Analisa Data
4.1.1 Angket
|
No
|
Pertanyaan
|
Ya
|
Tidak
|
||
|
Jml
|
(%)
|
Jml
|
(%)
|
||
|
1
|
Apakah
anda tahu Sumpah Pemuda ?
|
47
|
98
|
1
|
2
|
|
2
|
Apakah
anda tahu sejarah Sumpah Pemuda ?
|
33
|
69
|
15
|
31
|
|
3
|
Apakah
anda tahu kapan pertama kali Sumpah pemuda diikrarkan?
|
44
|
92
|
4
|
8
|
|
4
|
Apakah
anda tahu isi Sumpah Pemuda ?
|
48
|
100
|
0
|
0
|
|
5
|
Apakah
anda tahu makna satu nusa dalam ikrar Sumpah pemuda?
|
37
|
77
|
11
|
23
|
|
6
|
Apakah
anda sudah mengimplementasikan nilai-nilai sumpah pemuda dalam kehidupan anda
?
|
40
|
83
|
8
|
17
|
|
7
|
Apakah
anda pernah mengikuti upacara peringatan hari sumpah pemuda ?
|
48
|
100
|
0
|
0
|
|
8
|
Apakah
anda bangga menjadi Pemuda/pemudi Indonesia?
|
48
|
100
|
0
|
0
|
|
9
|
Apakah
anda pernah berkontribusi dalam peringatan sumpah pemuda ?
|
35
|
73
|
13
|
27
|
|
10
|
Apakah
dengan memperingati sumpah pemuda anda telah dapat mengubah paradigma berpikir anda
untuk berkarya memajukan bangsa ?
|
43
|
89
|
5
|
10
|
Penulis telah
melakukan penyebaran angket mengenai permasalahan penilaian mahasiswa UPI
Sumedang terhadap nilai-nilai Sumpah Pemuda. Objek yang menjadi narasumber
dalam penyebaran angket ini adalah mahasiwa
UPI Sumedang prodi kelas 1 A sejumlah 48 orang, dan dari
hasil penyebaran angket tersebut, penulis dapat mengolah data penelitian dalam
bentuk tabel dan diagram. Penulis
mengelompokkan jawaban koresponden dalam bentuk jumlah orang dan dalam bentuk persen.
Diagram Pernyataan dengan
jawaban responden (YA)

Diagram Pernyataan dengan
jawaban responden (Tidak)

B.
|
No
|
Pernyataan
|
S
|
SS
|
KS
|
TS
|
STS
|
|||||
|
Jml
|
%
|
Jml
|
%
|
Jml
|
%
|
Jml
|
%
|
Jml
|
%
|
||
|
1
|
Nilai-nilai
Sumpah pemuda belum relevan dalam kehidupan
|
37
|
77
|
0
|
0
|
5
|
10
|
5
|
10
|
1
|
2
|
|
2
|
Dengan
memperingati sumpah pemuda mahasiswa memiliki semangat nasionalisme dan
patriotisme
|
38
|
79
|
10
|
21
|
0
|
0
|
1
|
2
|
0
|
0
|
|
3
|
Semangat
kebangsaan sudah mulai luntur dikalangan mahasiswa
|
14
|
29
|
8
|
17
|
23
|
48
|
4
|
8
|
1
|
2
|
|
4
|
Betapa minimnya penghayatan terhadap nilai-nilai
sumpah pemuda dikalangan mahasiswa
|
22
|
46
|
5
|
10
|
19
|
39
|
1
|
2
|
1
|
2
|
|
5
|
Dengan memupuk rasa cinta tanah air dan meningkatkan
kemampuan sesuai dengan kapasitasnya, dapat memperbaiki keadaan bangsa,
mewujudkan cita-cita besar sumpah pemuda.
|
28
|
58
|
11
|
23
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
2
|
![]() |
|||
![]() |
|||

![]() |
||
![]() |
||
4.2
Analisa Masalah
Bagaimana
pengetahuan mahasiswa UPI Sumedang terhadap Sumpah Pemuda ?
Berdasarkan hasil penyebaran angket
yang dilakukan oleh penulis, diperoleh keterangan dari responden bahwa 98% mahasiswa mengetahui sumpah pemuda baik dari sejarahnya, ikrarnya,serta kandungan
dari ikrarnya sendiri. Secara teori pada umumnya, mahasiswa
sudah mengetahui sumpah pemuda. Namun pada realitanya nilai-nilai sumpah pemuda belum relevan dalam kehidupan
berdasarkan keterangan dari responden menjawab 77% beranggapan bahwa nilai
sumpah pemuda memang tidak relevan. Bertolak belakang dengan pengetahuan mereka
mengenai sumpah pemuda, justru teori yang mereka dapatkan dan ketahui tidak
diikuti oleh aplikasi nyata.
Apakah mahasiswa UPI Sumedang sudah berkontribusi bagi Bangsa dan Negara
dengan menerapkan nilai-nilai sumpah pemuda ?
Adakah
pengaruh lingkungan sosial pelajar SMA terhadap tatacara berbahasa
Indonesia dalam percakapan sehari-harinya ?
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari
pembahasan diatas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa :
- Pada umumnya mahasiswa mengetahui teori sumpah pemuda.
- Sebagian besar mahasiswa mengaplikasikan nilai sumpah pemuda dengan belajar dengan giat supaya bias membangun pendidikan bangsa Indonesia menuju bangsa yang maju.
Oleh karena itu, penulis menilai kesimpulan cocok
dengan hipotesa awal pada bab sebelumnya,hal ini
dikarenakan telah jelasnya fakta bahwa pelajar SMA cenderung menggunakan bahasa
campuran dibandingkan Bahasa Indonesia itu sendiri, walaupun sesungguhnya
mereka memiliki pengetahuan teoritis yang cukup baik tentang Bahasa Indonesia .
5.2 Saran
Dari kesimpulan diatas, maka penulis dapat membarikan
saran kepada :
- Pemerintah, agar membuat suatu program bermutu untuk para pelajar mengenai Bahasa Indonesia melalui media massa seperti televisi, radio dan semacamnya, karena media massa adalah media paling efektif untuk menyampaikan informasi.
- Guru, dalam menyampaikan materi dalam kegiatan belajar mengajar, agar menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, agar mendapat menjadi contoh bagi siswanya.
- Siswa, agar lebih sadar dalam menggunakan Bahasa Indonesia sebagai budaya asli Indonesia, agar dapat selalu lestari.
- Semoga bermanfaat
Langganan:
Postingan (Atom)










