Sabtu, 23 Agustus 2014

Ajari Aku Melupakanmu



Dan disaat aku mencoba kuat untuk bertahan, tidak banyak yang aku pinta kepada kamu, dia, mereka dan dunia…. Ajari aku untuk melupakan semuanya yang telah berlalu.
Ajari aku melupakanmu melupakan setiap detik momen bersamamu. Saat kebersamaan itu ada dan pergi. Pergilah sejauh yang kamu bisa dan ajari aku melupakan atas apa kesdalahan yang pernah ada diantara kita.
Tutup rapat atas apa yang pernah terjadi diantara kita, kamu ,aku juga Tuhan yang selalu menyaksiakan setiap menit kebersamaan dalam 2 tahun yang lalu.
Aku tidak pernah menyalahkan masa lalu. Sehingga kita terperangkap di dalamnya. Aku tidak bisa menyalahkan cinta, yang hadir pada hati yang tidak tepat. Aku menganggap semua ini adalah bentuk petunjuk Tuhan, karena dengan ini Ia memberitahu kita tentang sejarah sebenarnya, bagaimana kita tercipta. Kita tidak bisa menyalahkan masa lalu, apalagi mengubahnya. Biarkan itu menjadi suatu sejarah kita yang akan menjadikan kita tegar untuk menjalani hidup selanjutnya.
Saat aku terpuruk semoga suatu hari akan ada yang sudi berbagi pundak untuk menjadikannya tempat bersandar dan membagi semua beban itu. Tuhan pasti tahu bahwasannya kita mampu. Mungkin sekarang susah untuk bisa membangkitnya lagi . Akan tetapi kita ingat tuhan tidak pernah tidur apalagi mendengkur.
Bertubi-tubi cobaan silih berganti dan kita merasa lelah bahkan tak mampu berdiri. Dan tidak dapat dimengerti. Sungguh hidup ini akan selalu memberikan pelajaran. Tuhan ingin jadi kita manusia yang tangguh.

Senin, 18 Agustus 2014

Persiapan yang serba mendadak tapi karena kasih dan sayang kami yang begitu kuat membuat kami berusaha untuk memberikan kado di hari ulah tahun ayah kami. Mamah dan aku pun mulai sibuk saat ayah berangkat ke sekolah bertugas membimbing anak-anak bangsa. Nah... kami pun mulai sibuk di dapur menyiapkan ini dan itu, walaupun sederhana yang terpenting adalah makna dari apa yang kami tujukan untuk orang yanmg kami sayangi. Ya, walaupun hanya nasi kuning yang bisa dibuat semoga rasa syukur kami atas bertambahnya usia ayah dapat tersampaikan kepada sang Pencipta Allah SWT azza wazzala.

Senin, 04 Agustus 2014

Bangun

Bangun
Makanya jangan tertidur terus wahai putri cantik :). Mulailah bangkit kembali dari lelapnya tidurmu yang membuat terpaku dan membisu. Senja yang banyak memberi secercah harapan telah menunggumu untuk kau gengam dengan penuh kepastian . Untaian cerita yang penuh drama yang telah dirajut semoga kian membalutimu dengan sejuta tawa dan kepastian. Mereka telah menunggu disana dipenghujung jembatan yang kan dilalui. Penuh tanya dan harap penuh gundah gelisah. Angkatkan kedua tangan untuk bercakap kepada-Nya. Ayo kicauan burung menyambutmu dengan hangat. . . tak banyak yang akan mereka katakan hanya meluapkan kerinduan kepada engkau yang begitu vakum sekian lama dari tidurmu yang begitu lelapnya. Semoga secercah cahaya yang engkau pancarkan akan membekas di qalbumu dan membawa sebuah kepastian. Rinai hujan tyang menyertai kian mendinginkanmu dari amarah yang menggebu. Semoga kian menjadi insan yang sebagaimana menjadi dambaan. Betapa banyak orang disekelilingmu yang menunggumu dengan kisah indahmu.