Senin, 18 Agustus 2014

Persiapan yang serba mendadak tapi karena kasih dan sayang kami yang begitu kuat membuat kami berusaha untuk memberikan kado di hari ulah tahun ayah kami. Mamah dan aku pun mulai sibuk saat ayah berangkat ke sekolah bertugas membimbing anak-anak bangsa. Nah... kami pun mulai sibuk di dapur menyiapkan ini dan itu, walaupun sederhana yang terpenting adalah makna dari apa yang kami tujukan untuk orang yanmg kami sayangi. Ya, walaupun hanya nasi kuning yang bisa dibuat semoga rasa syukur kami atas bertambahnya usia ayah dapat tersampaikan kepada sang Pencipta Allah SWT azza wazzala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar