Selasa, 04 Februari 2014

Kumpulan Silabusku

Yaapp... semester genap udah dapet lagi cercahan kertas-kertas silabus.. yuuk intip :)]
1
SILABUS
A. IDENTITAS MATA KULIAH
Nama Mata Kuliah : Pendidikan Seni Musik
Nomor Kode : GD 107
Jumlah SKS : 2 (dua) SKS
Semester : 2 (dua)
Kelompok Mata Kuliah : Mata Kuliah Keahlian Fakultas
Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar S-1
Dosen : Julia, M.Pd
B. TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM
Ada lima tujuan umum pembelajaran pendidikan seni musik, yaitu sebagai berikut.
1. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami teori musik.
2. Mahasiswa dapat menyanyikan lagu-lagu Sunda.
3. Mahasiswa mampu berkreasi menciptakan lagu-lagu Sunda.
4. Mahasiswa terampil memainkan gamelan Sunda.
5. Mahasiswa mampu berkreasi dalam gamelan Sunda.
C. DESKRIPSI MATA KULIAH
Mata Kuliah Pendidikan Seni Musik merupakan mata kuliah yang membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai teori dan konsep musik khususnya karawitan Sunda, serta keterampilan dalam menyanyikan lagu Sunda dan memainkan teknik-teknik menabuh gamelan tradisional Sunda yang berlaras pelog atau salendro, berdasarkan berbagai embat atau tahapan irama yang diberikan.
D. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Klasikal, individual, kelompok, ekspositori, proses.
Metode : Demonstrasi, praktek/drill, ceramah, tanya jawab, diskusi,
dan peniruan.
E. MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN
Mata kuliah pendidikan seni musik banyak berhubungan dengan praktek musik, oleh karena itu media yang digunakan tidak terlepas dari instrumen kacapi dan gamelan. Untuk membantu pembelajaran khususnya dalam apresiasi musik, media dilengkapi juga dengan laptop, infokus, dan speaker.
Sumber pembelajaran yang digunakan meliputi buku teks, buku kumpulan lagu-lagu dan gending gamelan, dan website.
2
F. TUGAS DAN LATIHAN
Dikarenakan mata kuliah pendidikan seni musik banyak materi yang sifatnya praktek, maka mahasiswa selama satu semester diharuskan melakukan latihan dengan kelompok belajar yang dibentuk, baik untuk melatih kemampuan bernyanyi seperti latihan tangga nada dan membaca notasi, maupun keterampilan dalam memainkan gamelan.
G. EVALUASI
Dalam perkuliahan ini evaluasi meliputi proses dan hasil. Bahkan, dalam perkuliahan praktek, proses sangat diutamakan. Evaluasi proses dilakukan dengan cara memantau keaktifan setiap individu dan kelompok dalam berlatih. Sementara evaluasi hasil dilakukan pada saat UTS dan UAS.
Sistem penilaian dalam mata kuliah ini ditulis/diberikan dalam bentuk huruf:
A, B, C, D, dan E, berdasarkan kualifikasi sebagai berikut:
Nilai Bobot Rentang Nilai
A
4
80-100
B
3
68-79
C
2
56-67
D
1
45-55
E
0
0-44
Untuk menentukan nilai akhir digunakan prosentase sebagai berikut:
- Kehadiran Bobot 15 %
- Tugas Bobot 10 %
- Partisipasi Kelas/Kelompok Bobot 15 %
- UTS Bobot 20 %
- UAS Bobot 40 %
H. PROGRAM PERKULIAHAN
Waktu: 1 kali pertemuan = 100 menit (2 jam pelajaran)
Pertemuan Materi
1
1. Orientasi mata kuliah
2. Pengetahuan musik
2-3
1. Pengenalan elemen musik
2. Pengenalan ritmik
4
1. Pengenalan tangga nada
5
1. Pengenalan tempo dan dinamika
6
1. Pengenalan teknik dasar vokal dalam bernyanyi, yang
3
meliputi:
- sikap atau posisi tubuh
- teknik pernapasan
- produksi atau penempatan suara
2. Praktek bernyanyi lagu Sunda dalam bentuk anggana dan rampak sekar.
7
1. Pengetahuan musik dan lirik
2. Konsep dasar menciptakan lagu sederhana
3. Praktek menciptakan lagu sederhana
8
UTS
9
1. Pengetahuan teori Menabuh
2. Fungsi masing-masing waditra
3. Sikap menabuh yang baik
4. Pengenalan letak nada pada tiap-tiap wadita
5. Pola tabuh gamelan pelog/salendro
6. Mengaplikasikan teknik-teknik tabuhan
10-13
1. Mempelajari komposisi gamelan
14-15
1. Menciptakan komposisi gamelan
16
UAS
I. REFERENSI MATERI PERKULIAHAN
Angga Kusumadinata, Machjar. (1934). Sastraning Kanajagan, Batavia: Landsdrukkerij.
Kandamihardja, Lili. (1975). Lagu-lagu Gamelan Sunda. Bandung: Proyek Penunjang Peningkatan Kebudayaan Jawa Barat.
Martadinata, Djudju Sain. (1984). Kumpulan Lagu-lagu Tradisional I. Bandung: SMKI Bandung.
Martadinata, Djudju Sain. (1985). Kumpulan Lagu-lagu Tradisional II. Bandung: SMKI Bandung.
Ngalagena, Udjo. Dkk. (1970). Penuntun Pengajaran Karawitan. Bandung: Pelita Masa.
Soepandi, Atik. (1975). Dasar-dasar teori Karawitan Sunda. Bandung: ASTI Bandung.
Soepandi, Atik. (1982). Penuntun Pengajaran Karawitan Sunda. Bandung: ASTI Bandung.
Suaman, Maman. (1989). Petunjuk Praktek Menabuh Gamelan Pelog Salendro I. Bandung: ASTI Bandung.
Suaman, Maman. (1990). Petunjuk Praktek Menabuh Gamelan Pelog Salendro II. Bandung: ASTI Bandung.
4
Suratno, Nano. Warnika, Engkos. (1983). Pengetahuan Karawitan Daerah Sunda. Bandung: Pengembangan Pendidikan Menengah dan Kejuruan Depdikbud.
Upandi, Pandi. (1984). Pengetahuan Karawitan Latar Belakang dan Perkembangan Karawitan Sunda. Bandung: Proyek Pengembangan IKI, sub Proyek ASTI Bandung.
Upandi, Pandi. (1986). Menabuh Gamelan Dasar. Bandung: SMKI Bandung.
Sumedang, Januari 2011
Julia, M.Pd
semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar