Sumedang Senyum Manis
Sumedang merupakan sebuah kabupaten di
Provinsi Jawa Barat, sekitar 45km timur laut kota Bandung. Sumedang berbatasan
dengan Kabupaten Indramayu di utara, Kabupaten Majalengka di timur , kabupaten
Garut di selatan, Kabupaten Bandung di barat daya serta kabupaten Subang di
barat. Sumedang merupakan salah satu kota budaya yang kini dikenai julukan
puseur budaya sunda. Sudah selayaknya masyarakat Sumedang memberikan sambutan
hangat serta sokongan yang kuat agar Sumedang memang benar-benar menjadi
pusatnya budaya sunda. Sebagai kota budaya jelas semua warga sumedang harus mulai
mencintai budayanya. Karena ketika sudah timbul rasa mencintai dan rasa
memiliki, maka akan ada rasa untuk mempertahankan dan memperjuangkan ke aslian
budaya. Sebagai puseur budaya sunda,
maka aura kebudayaan harus nampak terlihat jelas di Sumedang, bukan hanya
menjadi klise akan tetapi kekayaan alam serta kebudayaan yang beragam di
berbagai daerah di kabupaten Sumedang harus menjadi magnet yang kuat. Sumedang yang
dikelilingi oleh bukit,hutan dan pegunungan yang menjulang membuat kota kecil
Sumedang tampak lebih asri dan dahulu pantas saja Sumedang mendapati julukan
sebagai “italy of the east” oleh
Johan Koning dalam buku yang berjudul “Het
Paris Van Java”. Dan sejak dulu masyarakat sumedang sangat berbangga hati
ketika sumedang mendapati julukan tersebut. Karena memang suasana alam sejak
dahulu sangat cantik dan menawan. Namun
apakah julukan tersebut masih berlaku pasca sumedang yang sekarang bukanlah
sumedang yang dulu?.Lantas apakah generasi sekarang masih bangga terhadap kota
Sumedang ini dengan memaknai setiap saksi sejarah yang terkuak bukan hanya
sebagai retorika yang semu kemudian tak menjadikan generasi ini berbangga?.
Kini jelas di depan mata bahwa sumedang
telah dikenal sebagai puseur budaya sunda, apakah generasi sekarang telah
menyadari bahwa kotanya adalah central kebudayaan sunda. Apakah semua warga
sumedang bisa bersinergi dengan julukan tersebut?. Apalagi pemerintah kabupaten
Sumedang memiliki visi Sumedang senyum Manis/ sejahtera, nyunda, maju, mandiri
agamis. Artinya Sumedang harapannya menjadi sebuah kota yang memberikan
ketentraman, damai, dan kesejahtera serta masyarakat pakem dengan ketakwaan
terhadap Tuhan serta tradisi sunda. Ketika sumedang ingin senyum manis, maka ini
bukan hanya sekedar impian yang membelenggu akan tetapi setiap warga di
kabupaten Sumedang memang harus bersinergi dengan semua komponen agar visi
tersebut dapat tercapai.
Apalagi sumedang ini merupakan sebuah
kota yang tua, karena Sumedang sudah berdiri sejak 1957 tahun yang lalu. Bukankah
ini sudah sangat tua, dan seharusnya sumedang bukan sekedar berharap senyum
manis akan tetapi memang harus sudah berada pada tataran senyum manis. Usia
Sumedang di 22 April mendatang menginjak 437 tahun, bukan usia yang muda lagi,
dan bukan usia yang singkat lagi, banyak catatan sejarah tempo dulu yang patut
dijadikan data historis serta cerminan para pemimpin Sumedang agar bisa
bersinergis dengan pemimpin dahulu, sehingga usia yang sudah tua ini seharusnya
telah mebawa Sumedang menjadi kota yang maju, dan kota yang berbudaya. Sumedang
bukan lagi hanya sekedar bangkit akan tetapi perlu berlari memacu semua program
yang telah di visi misikan agar sumedang tak lagi tidur, tak lagi mundur, akan
tetapi maju seiring dengan usia yang bertambah.
Lalu, bagaimanakah Sumedang dapat
memulai gerakan senyum manis? Dan oleh siapa senyum manis tersebut bisa
dilakukan?. Sebagai generasi yang terlahir di tanah Sumedang, maka perlu kita
mulai peka dan mulai berbuat sesuatu untuk Sumedang. Karena kita lahir di tanah
ini dan di tanah sunda ini kita dibesarkan, bukankah ada pepatah yang
mengatakan bahwa di mana bumi di pijak di sana langit dijunjung. Kita tidak
perlu menunggu pukulan gong besar untuk membuat kita bangkit, karena ketika
saling menunggu bukankah tidak akan ada titik pertemuan?. Oleh sebab itu,
generasi muda yang kini sedang duduk manis menimba ilmu pengetahuan dan ditempa
sejuta pengalaman, pijakilah tanah sunda ini yang telah membesarkan dan
memberimu pengetahuan dengan sebuah aksi nyata. Memulai tindakan dari suatu hal
kecil adalah merupakan sebuah kemungkinan menjadi sesuatu besar. Semua warga
sumedang perlu menanam benih yang unggul agar generasi yang terlahir akan
membawa Sumedang menuju Senyum Manis,bukan Sumedang sedih,miris.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar